Hackathon AI Kesehatan Pertama di Indonesia

  • Press Release
  • 10 minute read
  • 22 Dec 2025
Hackathon AI kesehatan pertama di Indonesia tetapkan tiga pemenang untuk menjawab tantangan kesehatan prioritas

Kompetisi internasional menarik 278 tim dari sepuluh negara untuk mengembangkan solusi AI bagi penyakit kardiovaskular, diabetes, stroke, stunting, dan tuberkulosis


Jakarta, 22 Desember 2025 – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI resmi mengumumkan tiga tim pemenang pada Grand Final Indonesia Healthcare AI Hackathon 2025 pertama di Indonesia, yang diselenggarakan pada acara puncak perayaan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, Health Innovation Festival (HAI Fest) 2025, di Balai Kartini, Jakarta (8/12).

Kompetisi internasional perdana di Indonesia ini dirancang untuk mendorong inovasi dan adopsi kecerdasan buatan (AI) pada tingkat nasional di sektor kesehatan. Acara ini diselenggarakan bersama PwC Indonesia dan Amazon Web Services (AWS) sebagai mitra eksklusif dalam pengetahuan dan teknologi, serta didukung oleh mitra lainnya termasuk East Ventures, MGI Tech, BGI Genomics, Bank Mandiri, dan BNI.

Kompetisi ini mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang profesi, termasuk tenaga kesehatan, AI engineer, pengembang software, data scientist, hingga desainer UI/UX. Dalam satu tim beranggotakan tiga hingga lima orang, mereka mengembangkan solusi inovatif untuk pengentasan lima penyakit prioritas di Indonesia, terdiri dari kardiovaskular, diabetes, stroke, stunting, hingga tuberkulosis. Sejak diluncurkan pada 12 September 2025, antusiasme luar biasa mewarnai gelaran Indonesia Healthcare AI Hackathon (IHAH) 2025, yang berhasil menarik partisipasi dari 278 tim pendaftar dari 10 negara. Sejumlah tim pendaftar tersebut termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Tiongkok, Taiwan, Australia, Jerman, Swedia, hingga Kanada.

“Ratusan tim terdaftar yang berasal dari berbagai negara mencerminkan tingginya minat serta semangat kolaborasi lintas negara dalam memajukan sektor kesehatan di Indonesia,” ujar Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Kesehatan Kemenkes RI, Setiaji.

Melalui inisiatif ini, Setiaji berharap pemanfaatan teknologi dapat semakin dioptimalkan untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan, sekaligus mendorong lahirnya solusi inovatif yang mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Perjalanan finalis menuju penetapan emenang

Setelah proses kurasi yang ketat terhadap ratusan ide yang masuk, 23 tim berhasil melangkah ke tahap final, hadir dengan solusi kesehatan berbasis AI. Para finalis ini kemudian memasuki tahap coaching intensif dan hacking session, didampingi oleh para coach dan expert, untuk memperkuat konsep dan strategi mereka. Dari 23 tim tersebut, 5 finalis terbaik berhasil lolos untuk mengikuti sesi coaching intensive dan melanjutkan ke babak final.

Tahap krusial babak penjurian akhir bagi 5 tim finalis tersebut digelar sebagai bagian dari gelaran HAI Fest 2025 pada 8 Desember 2025 di Balai Kartini Jakarta. Dalam sesi yang berlangsung kompetitif saat para finalis memaparkan ide dan inovasi mereka di hadapan Menteri Kesehatan RI, Budi G. Sadikin yang hadir sebagai sebagai juri.

Menteri Kesehatan RI Budi G. Sadikin mengapresiasi keberanian dan kreativitas para inovator dalam memanfaatkan AI untuk memecahkan persoalan kesehatan.

“Inilah talenta dan teknologi yang akan mendorong lompatan besar sistem kesehatan Indonesia. Kemenkes akan terus membuka ruang kolaborasi dan memastikan inovasi ini dapat diakselerasi hingga memberi dampak nyata di layanan kesehatan,” ujarnya.

Penjurian dilakukan oleh jajaran pakar tingkat dunia yang merupakan akademisi di bidang kesehatan serta mitra implementasi Kemenkes RI. Mereka terdiri dari Prof. Rifat Atun (Harvard University), Martijn Peeters (PwC Consulting Indonesia), Muhamad Yopan (AWS Indonesia), Pandu Riono (Universitas Indonesia), Bambang Riyanto Trilaksono (Institut Teknologi Bandung), dan Melisa Irene (East Ventures).

Setelah melalui penilaian mendalam, dewan juri menetapkan tiga tim terbaik sebagai pemenang Indonesia Healthcare AI Hackathon 2025, yaitu SatuSehat Connect (inovasi untuk penyakit stroke), Heartelligence (inovasi untuk penyakit kardiovaskular), dan Curalis (inovasi untuk penyakit diabetes).

Ketiga tim pemenang ini akan melanjutkan perjalanan inovasinya melalui proses integrasi ke SATUSEHAT melalui Sandbox Kesehatan Kemenkes RI. Mereka juga mendapatkan akses penuh ke dukungan dari funding network dan expert pools untuk mengembangkan Minimum Viable Product (MVP), serta melewati evaluation framework dan integrasi kebijakan agar solusi terpilih dapat scale-up dan diimplementasikan secara nyata di berbagai layanan kesehatan di Indonesia.

Dukungan mitra strategis perkuat ekosistem inovasi kesehatan

Indonesia Healthcare AI Hackathon 2025 menjadi ruang kolaborasi bagi para inovator dari berbagai latar belakang untuk bersama mendorong kemajuan sektor kesehatan melalui pemanfaatan teknologi AI. Inisiatif ini menegaskan langkah kolektif dalam memperkuat ekosistem inovasi kesehatan, baik di Indonesia maupun secara global.

PwC Indonesia hadir sebagai exclusive knowledge partner dengan memberikan dukungan strategis melalui berbagi wawasan industri dan pendampingan bagi para peserta. “Kami bangga dapat terlibat dalam penyelenggaraan perdana Indonesia Healthcare AI Hackathon 2025. Antusiasme para peserta menunjukkan besarnya potensi inovasi AI untuk sektor kesehatan Indonesia, yang juga kami dukung melalui kolaborasi lintas disiplin dan jaringan global PwC,” ujar President Director PwC Consulting Indonesia, Martijn Peeters.

Dukungan juga diberikan oleh AWS dengan menyediakan infrastruktur teknologi serta panduan teknis bagi peserta. “Teknologi berperan penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan, mulai dari hasil pasien hingga efisiensi operasional. Melalui hackathon ini, kami bangga dapat memberdayakan para inovator untuk menghadirkan solusi AI yang berdampak nyata bagi kesehatan Indonesia,” kata Head of ASEAN Growth Markets, Worldwide Public Sector, AWS, Julian Lau.

Profil Pemenang Indonesia Healthcare AI Hackathon 2025

  • Juara I - SatuSehat Connect: Tim yang berfokus pada isu stroke melalui pengembangan platform AI yang mengintegrasikan rekam medis dan data kapasitas rumah sakit. Solusi ini dirancang untuk mengurangi keterlambatan penanganan, mencocokkan pasien dengan rumah sakit yang tepat, serta menyediakan dasbor dan aplikasi real-time guna mendukung perawatan yang lebih cepat dan transparan.
  • Juara II - Heartelligence: Tim yang berfokus pada pencegahan penyakit kardiovaskular dengan mengembangkan model AI berbasis Particle Swarm Optimisation untuk memprediksi risiko kardiovaskular dalam 10 tahun ke depan bagi pasien Indonesia. Pendekatan ini membuka peluang intervensi preventif yang lebih tepat sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya kesehatan secara lebih efisien.
  • Juara III - Curalis: Tim yang menyoroti tantangan diabetes melalui pemanfaatan AI untuk analisis citra retina dalam mendeteksi dini retinopati diabetik. Solusi ini juga memperkuat proses konsultasi melalui dokumentasi yang lebih baik, dukungan pengambilan keputusan klinis, serta edukasi pasca kunjungan, termasuk panduan penggunaan insulin, untuk membantu meningkatkan kontrol glikemik pasien.

Tentang PwC Indonesia

PwC Indonesia meliputi KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, PwC Tax Indonesia, PwC Legal Indonesia, PT Prima Wahana Caraka, PT PricewaterhouseCoopers Indonesia Advisory, dan PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia, masing-masing merupakan badan hukum yang terpisah dan semuanya merupakan firma anggota jaringan global PwC, yang secara bersama-sama disebut sebagai PwC Indonesia. Kunjungi website kami di www.pwc.com/id.

Tentang PwC

Di PwC, kami membantu klien membangun kepercayaan dan berinovasi sehingga mereka dapat mengubah kompleksitas menjadi keunggulan kompetitif. Kami adalah jaringan yang berbasis teknologi dengan lebih dari 370.000 staf di 149 negara. Melalui audit dan assurance, pajak dan hukum, transaksi dan konsultasi, kami membantu membangun, mempercepat, dan mempertahankan momentum bisnis klien kami. Cari tahu lebih lanjut di www.pwc.com.

© PwC 2025. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Contact us

Cika Andy

External Communications, PwC Indonesia

Tel: +62 21 509 92901

Follow PwC Indonesia