Tech in Asia
19 October 2023
Indonesia Electric Vehicle Consumer Survey 2023 yang dilakukan PwC Indonesia menunjukkan tingginya minat responden untuk membeli kendaraan listrik.
Dalam 1—5 tahun ke depan, responden survei mengaku lebih berminat membeli motor listrik alih-alih konvensional. Untuk mobil listrik, masyarakat tercatat belum lebih meminati mobil listrik alih-alih konvensional.
Alasan terbesar responden ingin membeli kendaraan listrik dapat dilihat dalam grafik berikut.
Mayoritas responden yang ingin membeli kendaraan listrik berencana menjadikannya sebagai kendaraan tambahan, bukan utama. Temuan ini mengindikasikan bahwa naiknya minat masyarakat membeli kendaraan listrik belum menjamin tumbuhnya pemakaian motor/mobil listrik.
Riset ini juga mengungkap hambatan terbesar responden dalam mengadopsi kendaraan listrik.
Keterbatasan charging station merupakan kekhawatiran utama responden. Mayoritas responden memilih tempat berikut sebagai tempat mengisi daya kendaraan listrik:
Charging station (75 persen).
Rumah (69 persen).
Tempat umum seperti pusat perbelanjaan dan supermarket (42 persen).
Gedung kantor (24 persen).
Dari segi biaya, responden merasa kendaraan listrik akan mengeluarkan banyak uang dari segi:
penggantian baterai (87 persen),
suku cadang (83 persen),
pengeluaran tidak terduga lainnya (66 persen), dan
Riset menyebut inisiatif pemerintah merupakan hal krusial untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
Survei ini dilakukan pada Juni – September 2023 dan melibatkan responden dari:
Jakarta,
Bekasi,
Surabaya,
Tangerang,
Bogor,
Medan,
Semarang
(Abidah Naqiya & Lalu Rahadian)