Oil & Gas Guide 2026 PwC Indonesia soroti lanskap energi Indonesia di tengah transisi global

  • Press Release
  • 20 May 2026

Jakarta, 20 Mei 2026 – PwC Indonesia merilis edisi ke-15 dari Oil and Gas in Indonesia: Investment, Taxation, and Regulatory Guide, yang menguraikan bagaimana sektor minyak dan gas Indonesia terus berkembang di tengah lanskap energi global yang ditandai oleh transisi energi, ketidakpastian geopolitik, serta meningkatnya tuntutan regulasi. Peluncuran Oil and Gas Guide ini bertepatan dengan partisipasi PwC Indonesia dalam Indonesian Petroleum Association Convex 2026, yang diselenggarakan pada 20–22 Mei 2026, dengan tema “50 Years of Energy Partnership: Shaping the Next Era for Advancing Growth.”

Oil and Gas Guide ini menyoroti meskipun transisi global menuju sistem energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan terus berlangsung, sektor minyak dan gas tetap memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi, terutama pada negara berkembang di Asia. Transisi ini berlangsung di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik yang memengaruhi rantai pasokan energi serta memperkuat pentingnya ketahanan energi.

Di Indonesia, sektor hulu minyak dan gas menghadapi sejumlah tantangan struktural, termasuk penurunan produksi pada lapangan migas yang telah lama beroperasi, terbatasnya penemuan cadangan migas baru, serta aktivitas eksplorasi yang relatif rendah. Faktor-faktor tersebut menyebabkan prospek investasi menjadi lebih terbatas, seiring dengan upaya sejumlah perusahaan minyak internasional dalam menata ulang portofolio mereka. Kondisi ini dipengaruhi oleh kelayakan ekonomi proyek, ketentuan kontrak bagi hasil, proses regulasi, serta kecepatan realisasi investasi yang menjadi perhatian utama.

Di sisi lain, Indonesia masih memiliki potensi sumber daya yang signifikan, dan peningkatan aktivitas hulu di sektor minyak dan gas tetap menjadi prioritas nasional. Perkembangan kebijakan dan regulasi terbaru mencerminkan upaya untuk memperbaiki iklim investasi, termasuk penyempurnaan mekanisme cost recovery dan kontrak bagi hasil gross split agar pembagian risiko dan keekonomian proyek menjadi lebih seimbang.

Di sektor hilir, fokus Indonesia terhadap ketahanan energi tercermin dari berbagai upaya untuk memperluas program penggunaan biofuel serta meningkatkan pemanfaatan gas domestik, yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor dan mendukung pengembangan sistem energi nasional yang lebih tangguh.

Konsistensi regulasi dan proses perizinan tetap menjadi pertimbangan utama bagi investor. Tantangan terkait perizinan dan koordinasi antar lembaga pemerintah masih menjadi perhatian dari pelaku industri, terutama dalam memperoleh pendanaan jangka panjang untuk proyek di sektir minyak dan gas berskala besar serta berteknologi kompleks.

Dari perspektif industri yang lebih luas, sektor minyak masih menjadi sumber energi terbesar di dunia, sementara gas alam terus memainkan peran yang semakin penting dalam mendukung sistem energi di tengah volatilitas permintaan dan pasokan. Kondisi ini menegaskan pentingnya ketahanan diversifikasi dan pasokan energi, terutama ketika berbagai negara berupaya menyeimbangkan keamanan energi dengan target transisi energi.

Sacha Winzenried, PwC Indonesia Energy, Utilities & Resources Advisor, menyampaikan, “Dalam jangka panjang, prospek permintaan pada sektor minyak dan gas Indonesia diperkirakan akan semakin dipengaruhi oleh agenda dekarbonisasi pemerintah. Kebijakan yang mendorong efisiensi energi, elektrifikasi, substitusi bahan bakar, pembangkit listrik rendah karbon, serta penerapan harga karbon diharapkan dapat mengurangi intensitas penggunaan bahan bakar fosil dalam perekonomian. Namun demikian, sektor minyak dan gas akan tetap memainkan peran penting dalam strategi ketahanan energi Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi pelaku industri untuk mendiversifikasi operasi mereka dalam mendukung sistem energi yang terus berkembang.”

Catatan untuk editor

Oil and Gas in Indonesia: Investment, Taxation, and Regulatory Guide – Edisi ke-15 ditujukan untuk membantu investor, perusahaan, dan pembuat kebijakan dalam memahami sektor minyak dan gas Indonesia di tengah lingkungan operasional yang semakin kompleks dan dinamis. Informasi regulasi dalam edisi ini berlaku hingga awal tahun 2026.

Tentang PwC Indonesia

PwC Indonesia meliputi KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, PwC Tax Indonesia, PwC Legal Indonesia, PT PwC Advis Indonesia, dan PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia, masing-masing merupakan badan hukum yang terpisah dan semuanya merupakan firma anggota jaringan global PwC, yang secara bersama-sama disebut sebagai PwC Indonesia. Kunjungi website kami di www.pwc.com/id.

Tentang PwC   

Di PwC, kami membantu klien membangun kepercayaan dan berinovasi sehingga mereka dapat mengubah kompleksitas menjadi keunggulan kompetitif. Kami adalah jaringan yang berbasis teknologi dengan lebih dari 370.000 staf di 149 negara. Melalui audit dan assurance, pajak dan hukum, transaksi dan konsultasi, kami membantu membangun, mempercepat, dan mempertahankan momentum bisnis klien kami. Cari tahu lebih lanjut di www.pwc.com.     

© PwC 2026. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Contact us

Cika Andy

External Communications, PwC Indonesia

Tel: +62 21 509 92901

Follow PwC Indonesia