Dari transformasi ke resiliensi: Membangun penyedia layanan kesehatan Indonesia yang lebih siap menghadapi masa depan

  • Press Release
  • 11 May 2026

Jakarta, 11 Mei 2026 – Sektor layanan kesehatan di Indonesia sedang mengalami transformasi yang sangat penting, seiring dengan tekanan demografis, ekspektasi pasien yang semakin tinggi, serta kemajuan teknologi yang semakin cepat mengubah cara rumah sakit dan layanan kesehatan memberikan layanan. Dengan jumlah penduduk yang melebihi 270 juta jiwa, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan struktural, termasuk kekurangan tenaga kesehatan, ketimpangan akses layanan antarwilayah, meningkatnya biaya layanan, serta kebutuhan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan perawatan bagi pasien. Pada saat yang sama, perkembangan regulasi serta upaya reformasi sistem kesehatan nasional turut mempercepat adopsi solusi digital dan penerapan model layanan kesehatan baru. 

Berdasarkan laporan PwC “The future of healthcare providers: Empowering care, elevating outcomes”, pada 2035, penyedia layanan kesehatan akan semakin memanfaatkan platform digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung tenaga medis, meningkatkan efisiensi, serta memberikan layanan personalisasi kepada pasien. Rumah sakit dan sistem layanan kesehatan diperkirakan tetap memegang peran sentral, dengan menjadi pusat yang mengoordinasikan berbagai layanan kesehatan yang tersebar dan pusat perawatan lainnya. Sementara itu, berbagai pihak dapat membantu mendorong perubahan dalam dinamika industri layanan kesehatan. Layanan pencegahan dan perawatan untuk menjaga kesehatan jangka panjang diperkirakan akan menjadi bagian dari kehidupan sehari‑hari. Kolaborasi dapat menggantikan persaingan, sehingga penyedia layanan kesehatan mampu berinovasi, beradaptasi dengan cepat, dan membangun masa depan layanan kesehatan yang mampu memenuhi kebutuhan pasien secara efektif. 

Saat ini, penyedia layanan kesehatan beroperasi di lingkungan yang semakin kompleks, sektor publik maupun swasta, dikarenakan perlu menyesuaikan diri dengan berbagai regulasi yang terus berkembang, termasuk perlindungan data pribadi, serta menerapkan model layanan kesehatan baru yang mampu menyeimbangkan keberlanjutan dengan peningkatan hasil layanan kesehatan yang lebih baik bagi pasien. Dalam situasi ini, peluang yang ada ke depan bersifat luas sekaligus strategis.  

Eric Darmawan, PwC Indonesia Healthcare Leader, menambahkan, “Penyedia layanan kesehatan dapat mendorong pertumbuhan sekaligus meningkatkan kualitas layanan dengan memperluas jaringan, menyesuaikan pusat layanan unggulan dengan kebutuhan lokal, menjalin kerja sama yang lebih erat dengan perusahaan farmasi dan asuransi, serta membandingkan kinerja dengan standar internasional. Pada saat yang sama, percepatan transformasi melalui teknologi digital dan peningkatan keterampilan tenaga kerja melalui pemanfaatan AI, otomasi, dan ekosistem digital terintegrasi dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko fraud, dan menutup kesenjangan keterampilan. Upaya ini berjalan selaras dengan penguatan inovasi dan pengelolaan biaya melalui rantai pasok yang lebih tahan terhadap risiko, penerapan model pembiayaan alternatif, serta penguatan posisi Indonesia sebagai pusat layanan kesehatan yang kompetitif, didukung oleh skema pembiayaan dan solusi asuransi yang inovatif.” 

Selain berbagai prioritas tersebut, menghadirkan pengalaman layanan yang benar‑benar berfokus pada pasien tetap menjadi hal yang sangat penting. Hal ini mencakup perluasan layanan telemedicine, layanan konsultasi serta pengaturan jadwal secara online, serta pemantauan pasien jarak jauh, dengan memanfaatkan analitik data untuk menyesuaikan layanan sesuai kebutuhan pasien, sekaligus memperkuat kepercayaan melalui transparansi serta perlindungan data dan privasi yang kuat. 

“Penyedia layanan kesehatan saat ini tidak lagi sekadar memikirkan cara menghadapi tekanan jangka pendek, melainkan bagaimana membangun organisasi yang tangguh dan siap menghadapi perubahan di masa depan. Rumah sakit yang mengembangkan kapabilitas digital, memperkuat kesiapan tenaga kerja, serta menerapkan model operasional yang berfokus pada pasien akan memiliki posisi yang lebih baik untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan,” ujar Eric

Transformasi penyedia layanan kesehatan semakin dipengaruhi oleh perubahan mendasar dalam model operasional. Mengacu pada laporan PwC, rumah sakit mulai meninggalkan struktur yang kaku serta sangat bergantung pada tenaga kerja dan infrastruktur besar, menuju jaringan layanan yang lebih tersebar dan didukung teknologi digital. Perubahan ini menempatkan penekanan yang lebih besar pada pemberdayaan tenaga klinis, pengambilan keputusan berbasis data, serta kolaborasi di seluruh ekosistem layanan kesehatan. Dengan pendekatan tersebut, penyedia layanan kesehatan dapat merespons perubahan kebutuhan pasien secara lebih efektif, sekaligus tetap menjaga ketahanan operasional. 

Tentang PwC Indonesia

PwC Indonesia meliputi KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, PwC Tax Indonesia, PwC Legal Indonesia, PT PwC Advis Indonesia, dan PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia, masing-masing merupakan badan hukum yang terpisah dan semuanya merupakan firma anggota jaringan global PwC, yang secara bersama-sama disebut sebagai PwC Indonesia. Kunjungi website kami di www.pwc.com/id.

Tentang PwC   

Di PwC, kami membantu klien membangun kepercayaan dan berinovasi sehingga mereka dapat mengubah kompleksitas menjadi keunggulan kompetitif. Kami adalah jaringan yang berbasis teknologi dengan lebih dari 370.000 staf di 149 negara. Melalui audit dan assurance, pajak dan hukum, transaksi dan konsultasi, kami membantu membangun, mempercepat, dan mempertahankan momentum bisnis klien kami. Cari tahu lebih lanjut di www.pwc.com.     

© PwC 2026. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Contact us

Cika Andy

External Communications, PwC Indonesia

Tel: +62 21 509 92901

Follow PwC Indonesia