Mengajak bisnis rendah karbon inovatif yang siap mempercepat langkah menuju investasi

Inggris Meluncurkan Climate Finance Accelerator di Indonesia

  • Press Release
  • 02 Feb 2026
from left to right

[Dari kiri ke kanan] Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, dan Martijn Peeters, Presiden Direktur PwC Consulting Indonesia, pada peluncuran program Climate Finance Accelerator di Jakarta

Climate Finance Accelerator (CFA) yang didanai oleh Pemerintah Inggris hari ini resmi diluncurkan di Indonesia dengan dibukanya call for proposals. CFA adalah program bantuan teknis global yang akan memperkuat upaya Indonesia dalam mengimplementasikan Nationally Determined Contribution (NDC), dengan mempertemukan investor guna mengembangkan dan membiayai proyek-proyek iklim dalam skala besar. 

CFA selaras dengan NDC Indonesia dan ambisi nasional untuk mencapai net zero pada 2060. Dengan kebutuhan pembiayaan iklim yang diperkirakan mencapai US$472,6 miliar, Indonesia merupakan salah satu pasar dengan potensi tertinggi di Asia Tenggara untuk investasi dan solusi rendah karbon. CFA merupakan platform yang unik untuk mengembangkan potensi tersebut dengan menghubungkan bisnis-bisnis inovatif dengan para investor yang mencari peluang berdampak besar di berbagai sektor yang selaras dengan tujuan iklim. Dengan menjembatani kesiapan teknis dan kelayakan finansial, CFA membantu mengubah ambisi iklim menjadi proyek yang siap investasi, menghasilkan dampak terukur dan ketahanan jangka panjang. 

CFA Indonesia mencari bisnis rendah karbon yang mampu mengatasi perubahan iklim dan sedang membutuhkan investasi. CFA memberikan dukungan praktis kepada para wirausahawan dari berbagai pakar, dengan pendampingan yang disesuaikan untuk setiap bisnis dan keterampilan yang diperlukan untuk mendapatkan investasi. Call for proposals dibuka mulai 2 Februari hingga 9 Maret 2026. Bisnis-bisnis yang ingin mengajukan harus membutuhkan investasi minimum US$3 juta. 

Program CFA diluncurkan hari ini oleh Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey CVO, OBE, di World Trade Centre 3, Sudirman, Jakarta. Bisnis-bisnis yang lolos seleksi akan menerima dukungan selama 3-4 bulan berupa sesi kelompok dan pendampingan satu per satu dari pakar finansial, teknis, serta kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi, untuk membantu meningkatkan peluang mereka dalam mendapatkan investasi. Mereka juga akan mempresentasikan proyek-proyek mereka dalam sebuah acara bagi para investor iklim yang akan diselenggarakan pada November 2026. Para wirausahawan akan memperluas jaringan dengan para calon investor serta menerima umpan balik yang terarah dari berbagai lembaga pembiayaan. 

Sekitar sepuluh bisnis akan dipilih dari sektor energi, limbah, pertanian, transportasi, proses industri dan penggunaan produk (Industrial Processes and Product Use/IPPU), serta kehutanan dan penggunaan lahan lainnya (Forestry and Other Land Use/FOLU). 

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey CVO, OBE, mengatakan: 

“Climate Finance Accelerator telah mendukung lebih dari 200 bisnis di seluruh dunia dan membuka lebih dari US$400 juta dalam kesepakatan investasi. Saya senang bahwa program yang sangat sukses ini kini hadir dan meluncurkan siklus pertamanya di Indonesia. Kami memahami bahwa bisnis-bisnis iklim yang tengah mencari pembiayaan dapat menghadapi tantangan untuk menjadi layak menerima investasi. Indonesia adalah mitra iklim yang penting dan pemain utama dalam aksi iklim global, dengan para pengusaha iklim yang berbakat. Kami berharap dapat memberikan dukungan pada para pelaku bisnis yang terpilih dalam perjalanan mereka guna mendapatkan investasi. 

Call for proposals ini menandai tonggak penting setelah peluncuran Kemitraan Strategis Inggris–Indonesia oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prabowo Subianto di London. Kemitraan tersebut kembali ditekankan melalui akselerator ini, yang memberikan manfaat bagi para pelaku proyek inovatif di Indonesia dan untuk para investor di Inggris serta global, sehingga menciptakan manfaat bersama bagi pertumbuhan berkelanjutan sekaligus memperkuat kerja sama kedua negara di bidang iklim dan pembiayaan berkelanjutan. CFA adalah contoh nyata bagaimana kami mewujudkan visi tersebut.” 

Martijn Peeters, Presiden Direktur PwC Consulting Indonesia, mengatakan: 

“PwC Indonesia bangga bekerja sama dengan Pemerintah Inggris untuk melaksanakan CFA di Indonesia. Tujuan kami adalah membantu bisnis menyampaikan peluang yang bernilai dan menarik, serta membangun koneksi dengan para investor yang memiliki ambisi pertumbuhan yang serupa. Program ini bertujuan mengubah ambisi menjadi proyek yang layak investasi dan memberikan hasil terukur serta dampak iklim. Tahun ini, kami menargetkan sepuluh bisnis dari berbagai sektor terkait iklim. 

Selain meningkatkan kesiapan investasi, CFA mendukung transisi Indonesia secara lebih luas dengan memperkuat kualitas pengembangan proyek, meningkatkan kepercayaan pasar, dan membantu para inovator menavigasi kompleksitas pembiayaan iklim. Kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan para wirausaha, investor, dan mitra ekosistem guna membangun pipeline solusi rendah karbon yang layak secara finansial bagi masa depan Indonesia.” 

Catatan untuk Redaksi:

  • Climate Finance Accelerator (CFA) adalah program bantuan teknis yang didanai oleh International Climate Finance (ICF) melalui Departemen Keamanan Energi dan Net Zero Pemerintah Inggris (DESNZ). CFA diimplementasikan di sepuluh negara (selain Vietnam, juga di Kolombia, India, Indonesia, Kenya, Malaysia, Meksiko, Pakistan, Afrika Selatan, dan Tailan) dan bekerja untuk mengembangkan pipeline proyek rendah karbon yang layak secara finansial di masing-masing negara. CFA merupakan bagian dari upaya Inggris untuk mendukung aksi iklim global, memfasilitasi akses pembiayaan, dan membantu pemerintah mencapai target iklim sesuai Paris Agreement. 
  • CFA Indonesia diimplementasikan oleh PwC Indonesia, jaringan firma anggota PricewaterhouseCoopers International Limited, yang merupakan entitas hukum terpisah dan independent. 
  • Informasi lebih lanjut mengenai program CFA global tersedia melalui: CFA LinkedIn atau CFA website

Untuk pertanyaan media, silakan hubungi: 

Jeff Matthewman – Jeff.Matthewman@fcdo.gov.uk | +62 812 1091 372 

Faye Belnis – Faye.Belnis@fcdo.gov.uk | +62 811 8777 762 

Contact us

Cika Andy

External Communications, PwC Indonesia

Tel: +62 21 509 92901

Follow PwC Indonesia