Bisnis inovatif Indonesia terpilih untuk program perdana Climate Finance Accelerator

  • Press Release
  • 30 Jun 2026

Jakarta, 30 Juni 2026 – Sebanyak tiga belas bisnis inovatif Indonesia telah terpilih untuk bergabung dalam cohort 2026 Climate Finance Accelerator (CFA) Indonesia. Program bantuan teknis global yang didanai oleh Pemerintah Inggris ini mendukung bisnis yang berfokus pada solusi iklim untuk meningkatkan kesiapan mereka dalam mengakses investasi. Secara global, lebih dari 230 bisnis telah didukung melalui program ini, dengan total investasi yang berhasil dimobilisasi mencapai lebih dari US$500 juta.

CFA Indonesia berfokus pada pengembangan pipeline solusi iklim yang layak investasi, mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem, serta memperkuat lingkungan pendukung bagi pendanaan iklim.

Bisnis yang terpilih mencerminkan keragaman perusahaan dengan potensi pertumbuhan tinggi yang beroperasi di sejumlah sektor kunci dalam agenda iklim Indonesia, termasuk energi, transportasi, air dan pengolahan air limbah, pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, pertanian, kehutanan dan penggunaan lahan (AFOLU), serta manufaktur.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, mengatakan:

“Saya sangat senang melihat kualitas dan keberagaman bisnis yang terpilih dalam cohort perdana Climate Finance Accelerator Indonesia. Para pelaku usaha inovatif di bidang iklim ini akan memperoleh manfaat dari dukungan teknis berkualitas tinggi, baik dari para ahli Indonesia maupun internasional, guna memperkuat kesiapan mereka dalam menarik investasi dan mendorong pertumbuhan. CFA menjadi peluang berharga bagi Indonesia dan Inggris, dalam kerangka Kemitraan Strategis, untuk menghadirkan manfaat bersama dalam mendorong pertumbuhan hijau. Dengan memanfaatkan kekuatan keahlian sektor swasta Inggris, kita dapat memobilisasi pendanaan iklim dalam skala besar—sebuah langkah penting menuju pembangunan berkelanjutan serta dalam mendukung ambisi Indonesia mencapai Net Zero pada tahun 2060.”

Memperkenalkan Cohort CFA Indonesia 2026

Tiga belas bisnis yang terpilih dalam cohort ini adalah:

Blitz: platform logistik last-mile berbasis kendaraan listrik terbesar di Indonesia, yang menggantikan armada sepeda motor berbahan bakar bensin dengan kendaraan listrik untuk mendekarbonisasi infrastruktur distribusi di lebih dari 60 kota.

Charged Indonesia: mempercepat transisi Indonesia menuju mobilitas listrik dengan menyediakan solusi EV yang terjangkau, meningkatkan kesejahteraan, mengurangi emisi, serta menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan.

Dash: membantu perusahaan menjalankan operasional armada dan tenaga kerja berbasis kendaraan listrik, mengurangi emisi logistik sekaligus meningkatkan produktivitas dan pendapatan pekerja lini depan.

Elevarm: mendorong pertanian yang tangguh terhadap perubahan iklim melalui pemanfaatan AI, agroforestri, dan input regeneratif berbasis bio untuk meningkatkan produktivitas, mengurangi emisi, serta memaksimalkan penyerapan karbon.

Eratani: startup agritech berbasis komunitas di Indonesia yang menyediakan solusi end-to-end di seluruh rantai nilai pertanian, mengintegrasikan KYC dan sistem pemantauan untuk mendorong keberlanjutan serta meningkatkan kesejahteraan petani kecil.

Kalista: Kalista menyediakan solusi ekosistem kendaraan listrik melalui operasi armada listrik, pengembangan infrastruktur pengisian daya, serta layanan transportasi berkelanjutan untuk mempercepat transisi energi di Indonesia.

MYCL: mengembangkan biomaterial seperti alternatif kulit berbasis miselium, rumput laut sebagai pengganti plastik, serta material isolasi komposit berbasis miselium—mengurangi emisi karbon dan penggunaan plastik, sekaligus membantu brand global mendekarbonisasi sektor fesyen, alas kaki, dan material bangunan.

Nazava Water Filters: memberdayakan rumah tangga untuk memurnikan air menggunakan filter berbasis gravitasi yang telah diuji WHO, menggantikan kebutuhan merebus air dan mengurangi emisi CO₂.

Pandawa Agri Indonesia: mengembangkan teknologi efisiensi input dan sistem pertanian rendah karbon yang mengurangi emisi, meningkatkan kesehatan tanah, serta memperkuat ketahanan iklim di perkebunan dan rantai pasok petani kecil.

PJLEnviro: PT Panca Jasa Lingkungan menyediakan solusi pengolahan air dan air limbah yang berkelanjutan untuk mengurangi polusi, menjaga sumber daya air, serta memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim.

REMIND: menyediakan solusi pengelolaan limbah elektronik berbasis ekonomi sirkular secara end-to-end, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pemulihan material dan daur ulang—mengurangi limbah ke TPA sekaligus menghasilkan penghematan emisi signifikan melalui produksi sekunder dan mengurangi ketergantungan pada bahan baku baru.

SolarKita: perusahaan energi surya yang menyediakan layanan menyeluruh bagi klien komersial dan residensial, mempercepat adopsi energi bersih dan mengurangi emisi CO₂ di Indonesia.

WasteX: mengolah limbah pertanian menjadi biochar, menghasilkan pengurangan karbon, meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani, sekaligus mengurangi emisi CO₂e (lebih dari 1.000 ton hingga saat ini).

Dalam beberapa bulan ke depan, para peserta akan mendapatkan dukungan yang disesuaikan dalam bidang pembiayaan, praktik ESG, dan strategi investasi melalui kombinasi lokakarya yang dipandu oleh para ahli, sesi one-on-one, serta pembelajaran berbasis cohort. Program ini akan ditutup dengan kegiatan engagement bersama investor, di mana para bisnis akan mempresentasikan solusi mereka kepada jaringan investor lokal maupun internasional.

Maurice Shawndefar, PwC Indonesia Advisor dan CFA Indonesia Team Lead, mengatakan: 

“Kami dengan senang hati menyambut cohort CFA Indonesia tahun ini. Perusahaan-perusahaan terpilih ini mencerminkan kekuatan dan keberagaman inovasi iklim yang berkembang di seluruh Indonesia, mencakup sektor-sektor yang krusial bagi transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Melalui dukungan pengembangan kapasitas yang terarah, kami bertujuan membantu perusahaan-perusahaan ini untuk membuka akses terhadap pendanaan yang dibutuhkan guna memperluas solusi mereka serta memberikan dampak nyata bagi iklim.”

Catatan untuk Editor

Climate Finance Accelerator (CFA) adalah program bantuan teknis yang didanai oleh International Climate Finance (ICF), melalui Department for Energy Security and Net Zero (DESNZ) Pemerintah Inggris. CFA dijalankan di sepuluh negara—Kolombia, India, Indonesia, Kenya, Malaysia, Meksiko, Pakistan, Afrika Selatan, Thailand, dan Vietnam—dengan tujuan mengembangkan pipeline proyek rendah karbon yang bankable dan berkelanjutan di masing-masing negara.CFA merupakan bagian dari upaya Inggris dalam mendukung aksi iklim secara global, dengan memfasilitasi akses terhadap pembiayaan dan membantu pemerintah mencapai target iklim sesuai dengan Perjanjian Paris.

Program CFA global dilaksanakan oleh PwC UK. CFA Indonesia diimplementasikan oleh PwC Indonesia.

CFA LinkedIn: https://www.linkedin.com/company/climate-finance-accelerator-cfa/

Tentang PwC Indonesia

PwC Indonesia meliputi KAP Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan, PwC Tax Indonesia, PwC Legal Indonesia, PT PwC Advis Indonesia, dan PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia, masing-masing merupakan badan hukum yang terpisah dan semuanya merupakan firma anggota jaringan global PwC, yang secara bersama-sama disebut sebagai PwC Indonesia. Kunjungi website kami di www.pwc.com/id.

Tentang PwC   

Di PwC, kami membantu klien membangun kepercayaan dan berinovasi sehingga mereka dapat mengubah kompleksitas menjadi keunggulan kompetitif. Kami adalah jaringan yang berbasis teknologi dengan lebih dari 370.000 staf di 149 negara. Melalui audit dan assurance, pajak dan hukum, transaksi dan konsultasi, kami membantu membangun, mempercepat, dan mempertahankan momentum bisnis klien kami. Cari tahu lebih lanjut di www.pwc.com.     

© PwC 2026. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Contact us

Cika Andy

External Communications, PwC Indonesia

Tel: +62 21 509 92901

Follow PwC Indonesia