Satu pertiga pemuda di seluruh dunia yang disurvei oleh UNICEF mengatakan pendidikan mereka tidak dilengkapi dengan keterampilan untuk mendapatkan pekerjaan

  • PwC dan UNICEF bekerja sama meningkatkan keterampilan generasi muda di seluruh dunia

GENEVA/LONDON, 16 Maret 2020 – Pemungutan suara daring terhadap 40.000 pemuda di 150 lebih negara mengungkapkan banyak pemuda yang merasa pendidikan mereka saat ini tidak mempersiapkan mereka dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk mendapatkan pekerjaan.

Satu pertiga (31%) pemuda yang memberikan tanggapan melalui platform UNICEF U-Report mengatakan bahwa keterampilan dan program pelatihan yang ditawarkan kepada mereka tidak sesuai dengan aspirasi karir mereka. Lebih dari satu pertiga responden (39%) mengatakan lebih lanjut bahwa pekerjaan yang mereka inginkan tidak tersedia di komunitas mereka.

Menurut pemungutan suara tersebut, keterampilan yang utama ingin diperoleh oleh para muda untuk membantu mereka mendapatkan pekerjaan dalam dekade berikutnya antara lain adalah kepemimpinan (22%), diikuti oleh pemikiran analitis dan inovasi (19%), dan informasi dan pengolahan data (16%). 

Secara terpisah, survei global oleh PwC menemukan bahwa 74% CEO di seluruh dunia mengatakan mereka berupaya untuk menemukan keterampilan yang tepat untuk mengembangkan bisnis mereka.

Untuk mengatasi beberapa tantangan ini, UNICEF dan PwC bekerja sama selama tiga tahun ke depan untuk membantu memperlengkapi para pemuda di seluruh dunia dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk pekerjaan mereka di masa yang akan datang. Kerja sama ini akan mendukung penelitian tentang tantangan terkait keterampilan yang semakin besar di tingkat global dan mengembangkan, memperluas serta mendanai program pendidikan serta keterampilan di negara-negara termasuk di India dan Afrika Selatan.

“Kaum muda sedang memberi tahu kita mereka menginginkan keterampilan digital dan transferable skill (keterampilan yang dapat ditransfer dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain) agar dapat berhasil di tempat kerja di masa depan,” sebut Direktur Eksekutif UNICEF Henrietta Fore. “Kebutuhan penting ini hanya dapat dipenuhi melalui kontribusi dari pemerintah dan mitra swasta di seluruh dunia. Oleh sebab itulah kami berkerja sama dengan mitra seperti PwC untuk memberikan peluang pengembangan diri dan kesejahteraan bagi generasi muda dimana pun.”

Setiap bulan, 10 juta pemuda yang mencapai usia kerja, sebagian besar berasal dari negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Menurut penelitian global, para pemuda di negara-negara tersebut membutuhkan waktu sekitar rata-rata satu setengah tahun untuk dapat masuk ke pasar tenaga kerja, dan empat setengah tahun untuk mendapatkan pekerjaan pertama yang layak.  Situasi ini berpotensi memburuk jika tidak ditangani, dengan 20-40% pekerjaan yang saat ini dimiliki oleh orang-orang berusia 16-24 tahun dinilai berisiko tergeser oleh otomatisasi pada pertengahan 2030-an.

“Kami percaya pelaku usaha memiliki tanggung jawab untuk membantu mengatasi tantangan peningkatan keterampilan untuk semua pemangku kepentingan kita, termasuk komunitas tempat kita tinggal dan bekerja serta semua warganya. Hal ini juga masuk akal secara bisnis: dalam CEO Survey Global terbaru PwC, tiga perempat CEO mengatakan minimnya keterampilan yang tersedia menjadi kekhawatiran dan risiko utama. Banyak orang yang paling membutuhkan peningkatan keterampilan justru memiliki akses yang paling rendah terhadap peluang tersebut,” ungkap Bob Moritz, Chairman jaringan PwC . “Melalui kerja sama dengan UNICEF, kami percaya kami dapat menjangkau lebih banyak orang yang jika tidak dijangkau, dapat menjadi tertinggal. Bersama-sama kami bertujuan untuk meningkatkan keterampilan jutaan generasi muda.”

Irhoan Tanudiredja, Territory Senior Partner PwC Indonesia, menambahkan, “Solusi untuk tantangan peningkatan keterampilan perlu dikembangkan secara lokal, regional dan nasional, dan tidak ada satu organisasi pun yang dapat melakukan ini sendiri. Para pemimpin pemerintah dan pembuat kebijakan perlu memastikan bahwa warga memiliki pengetahuan untuk berpartisipasi, dan mereka sendiri memiliki pengetahuan untuk mendorong diskusi tentang masa depan teknologi dan regulasi.”

Kerja sama antara UNICEF dan PwC akan mendukung Reskilling Revolution Platform dari World Economic Forum, dimana kedua pihak merupakan pendirinya. Platform tersebut bertujuan untuk memberikan pekerjaan, pendidikan, dan keterampilan yang lebih baik kepada satu miliar orang dalam 10 tahun ke depan.

Keterampilan, keahlian, dan sumber daya PwC juga akan mendukung Generation Unlimited, suatu kemitraan global yang diselenggarakan oleh UNICEF untuk membantu generasi muda agar dapat berhasil melakukan transisi dari pendidikan dan pelatihan menuju pekerjaan yang layak. PwC dan Generation Unlimited akan mengumpulkan para pemangku kepentingan dari pihak pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk mengembangkan peluang investasi, program dan inovasi yang mendukung generasi muda menuju masa depan yang produktif dan warga yang peduli.

 

Catatan kepada Editor:
Pemungutan suara dilakukan oleh UNICEF melalui U-Report, platform pelibatan pemuda digital global pada Februari 2020. Pemungutan suara tersebut ditanggapi oleh 40.000 responden dari 150 negara. India memiliki jumlah responden terbanyak (43%), disusul oleh Afrika Selatan (26%). Data pemungutan suara U-Report ini mewakili informasi yang diberikan oleh responden, tidak diberikan bobot statistik, dan tidak boleh diekstrapolasikan untuk populasi global atau negara.

Tentang UNICEF
UNICEF bekerja di beberapa tempat yang paling menantang di dunia, untuk menjangkau anak-anak yang paling tidak beruntung di dunia. Tersebar di 190 lebih negara dan wilayah, kami bekerja untuk setiap anak, di mana pun, untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua orang. Untuk informasi lebih lanjut tentang UNICEF dan pekerjaannya untuk anak-anak, kunjungi www.unicef.org. Ikuti UNICEF di Twitter dan Facebook.

Tentang Generation Unlimited
Generation Unlimited – saat ini diselenggarakan oleh UNICEF – merupakan kemitraan global yang bekerja untuk mempersiapkan generasi muda untuk menjadi masyarakat yang produktif dan aktif. Program tersebut menghubungkan pendidikan dan pelatihan usia menengah dengan pekerjaan dan kewirausahaan, sehingga memberdayakan setiap pemuda agar berhasil di dunia kerja. Ikuti Generation Unlimited di Twitter dan Instagram.

Tentang U-Report
U-Report merupakan program pemberdayaan mobile yang menghubungkan orang-orang muda di seluruh dunia dengan informasi yang akan mengubah hidupnya dan memegaruhi keputusannya. U-Report gratis untuk digunakan dan merupakan sumber terbuka, dan lebih dari 9 juta remaja dan pemuda di 65 negara menggunakannya setiap minggu untuk menyampaikan opini mereka, berhubungan dengan pemimpin mereka, dan membantu mengubah kondisi di komunitas mereka melalui SMS dan channel digital termasuk WhatsApp, Facebook, Viber dan Telegram. Untuk informasi lebih lanjut mengenai U-Report, silakan kunjungi www.ureport.in

Tentang PwC Indonesia
PwC Indonesia terdiri dari KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, PT PricewaterhouseCoopers Indonesia Advisory, PT Prima Wahana Caraka, PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia, dan Melli Darsa & Co., Advocates & Legal Consultants, masing-masing sebagai entitas hukum dan firma anggota yang terpisah dari jaringan global PwC.

Tentang PwC
Di PwC, kami bertujuan membangun kepercayaan dalam masyarakat dan memecahkan masalah-masalah penting. Kami adalah jaringan firma yang terdapat di 157 negara dengan lebih dari 276.000 orang yang berkomitmen untuk memberikan jasa assurance, advisory dan pajak yang berkualitas. Temukan lebih banyak informasi dan sampaikan hal-hal yang berarti bagi Anda dengan mengunjungi situs kami di www.pwc.com.

PwC merujuk pada jaringan PwC dan/atau satu atau lebih firma anggotanya, masing-masing sebagai entitas hukum yang terpisah. Kunjungi www.pwc.com/structure untuk informasi lebih lanjut.

Pada Oktober 2019, PwC meluncurkan ‘New world. New skills.’ – program global berorientasi sosial (purpose-led) pertamanya yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan karyawannya, bekerja dengan klien untuk mengembangkan strategi peningkatan keterampilan mereka, mengembangkan dan memfokuskan ulang kegiatan tanggung jawab sosial perusahaannya, dan berkontribusi dalam perdebatan tentang permasalahan ini. Lihat ‘Bridging the Digital Divide’, dokumentasi singkat dimana para akademisi, LSM, pembuat kebijakan, dan pemimpin bisnis menjelaskan mengapa peningkatan keterampilan untuk dunia digital telah menjadi prioritas bagi masyarakat, organisasi, dan pemerintah.

Pada 2018, PwC meluncurkan ambisi komunitasnya untuk memaksimalkan potensi 15 juta orang, LSM, dan badan usaha sosial dan mikro pada 2022.

© 2020 PwC. Hak cipta dilindungi undang-undang.
 

Contact us

Annetly Ngabito

External Communications, PwC Indonesia

Tel: +62 21 509 92901

Follow PwC Indonesia