Bisnis keluarga harus percaya pada pemimpin generasi penerus untuk berkembang di era digital, sebut PwC

  • 41% generasi penerus bisnis keluarga menginginkan posisi sebagai direktur eksekutif dalam lima tahun ke depan, menurut Global NextGen Survey PwC 2019.

  • 70% sudah sangat terlibat di dalam perusahaan keluarga; 48% sudah memiliki operasi internal yang penting untuk dijalankan.

  • Cukup banyak dari responden tidak merasa memiliki ‘izin beroperasi’.

  • Generasi saat ini harus segera mengambil tindakan untuk memanfaatkan potensi Generasi Penerus sebagai pemimpin transformasi digital masa depan.

London, 9 Desember 2019 – Generasi Penerus Bisnis Keluarga melihat diri mereka sebagai agen perubahan untuk transformasi digital, tetapi sedang mencari dukungan yang lebih besar dan kepercayaan dari pemimpin generasi saat ini, berdasarkan laporan baru dari PwC.

Global NextGen Survey PwC 2019 telah menemukan bahwa sebagian besar Generasi Penerus sudah sangat terlibat di dalam perusahaan keluarga, dan ditemukan hampir setengahnya (48%) sudah menjalankan operasi internal yang penting. Seperempat dari mereka (26%) telah menduduki posisi sebagai direktur eksekutif.

Tingkat keterlibatan ini cocok dengan ambisi mereka untuk memimpin di masa depan, dengan 41% menginginkan peran direktur eksekutif dalam lima tahun mendatang dan hampir sepertiga dari mereka (29%) ingin menjadi pemegang saham mayoritas.

Kepercayaan diri juga cukup tinggi di kalangan Generasi Penerus mengenai nilai yang dapat mereka berikan dalam hal keterampilan. Lebih dari dua per tiga responden melihat atribut terkuat mereka (pemecahan masalah dan kepemimpinan) sebagai keterampilan yang esensial dalam lanskap bisnis masa depan. 64% mengatakan bahwa mereka dapat memberikan nilai tambah untuk memastikan strategi bisnis masa depan sesuai dengan era digital.

Peter Englisch, Global Family Business Leader, PwC Jerman mengatakan, “Temuan survei menyoroti kabar baik bahwa Generasi Penerus berambisi dan sangat berkomitmen terhadap bisnis keluarga. Mereka dapat melihat peran yang jelas dalam menjaga warisan keluarga di era disrupsi dan transformasi yang besar. Namun, mereka juga melihat bahwa mereka terhambat dan dikecewakan dengan kurangnya peluang.”

“Namun, kita harus mengenali bahwa kekecewaan ini adalah realistis dan pragmatis. Yang dicari oleh Generasi Penerus adalah dukungan untuk mengembangkan keahlian dan pengalaman yang mereka butuhkan untuk berhasil. Pandangan mereka dapat diringkas menjadi: Bantu saya mengembangkan potensi saya sehingga saya bisa memperoleh keterampilan dan pengalaman yang akan saya butuhkan dalam menjalankan peran kepemimpinan yang saya aspirasikan.”

“Mereka adalah kelompok yang beragam dalam hal kebutuhan dan ambisi. Generasi Penerus membutuhkan pendekatan yang dibangun seputar pemahaman terhadap kebutuhan dan ambisi mereka dan survei ini menyediakan panduan penting bagi langkah berikutnya yang harus mereka ambil.”

Michael Goenawan, Entrepreneurial and Private Business Leader di PwC Indonesia, menambahkan, “Generasi penerus sangat berkomitmen dan berambisi, tetapi mereka merasa dibatasi dan ragu akan kemampuan mereka untuk memajukan bisnis keluarganya. Tantangan generasi saat ini adalah mencari cara efektif untuk membantu Generasi Penerus melakukan transisi ke posisi pemimpin. Peluang utama termasuk melibatkan Generasi Penerus untuk bekerja bersama dengan anggota keluarga senior dan direksi perusahaan, mengamati, dan mempelajari bagaimana pengambilan keputusan strategis bekerja.”

Survei tersebut mengidentifikasi empat persona utama Generasi Penerus, berdasarkan pandangan mereka mengenai keterampilan, kontribusi, dan tujuan karir mereka. Persona tersebut adalah:

Pengubah (Transformers): Pemimpin masa depan yang percaya diri (46% responden)

Pengubah memiliki tujuan untuk memimpin perubahan bisnis keluarga dan lebih cenderung untuk berkeinginan menduduki posisi eksekutif dalam lima tahun ke depan (56% pengubah mengatakan ini, dibandingkan dengan 41% dari 956 responden keseluruhan).

Pengurus (Stewards): Mengikuti tradisi dan jaringan yang ada (26% responden)

Pengurus lebih banyak yang berumur 35 tahun ke atas dibandingkan dengan Generasi Penerus lainnya (42% dibandingkan dengan 36% dari semua responden) dan cenderung menduduki posisi manajemen (44% dibandingkan dengan 39% dari semua responden).

Wirausaha dalam perusahaan (Intrapreneurs): Membuktikan dirinya dengan menjalankan usaha di bawah naungan keluarganya (20% responden)

Wirausaha dalam perusahaan lebih cenderung merasa perlu untuk membuktikan dirinya sendiri sebelum memberikan gagasan untuk perubahan (27% dibandingkan dengan 21% dari semua responden).

Wirausaha (Entrepreneurs): Mengikuti jalannya sendiri di luar bisnis keluarga (8% responden)

Wirausaha lebih kecil kemungkinannya melihat diri mereka sebagai pemimpin masa depan bisnis keluarga – meskipun mereka ingin memimpin bisnis mereka sendiri – dan lebih cenderung mengingini peran tata kelola di dalam bisnis keluarga (misalnya, di dalam family council).

Survei tersebut memberikan panduan spesifik untuk masing-masing persona mengenai bagaimana mereka harus melakukan pengembangan profesional mereka.

Vicki Huff Eckert, US and global leader, PwC New Ventures mengatakan,

“Sangat penting untuk memahami perlunya pendekatan lintas generasi. Beberapa bisnis keluarga dapat memiliki hingga lima generasi umur yang semuanya bekerja bersama dalam satu perusahaan. Masing-masing generasi cenderung memiliki karakteristik yang dapat saling berbenturan dengan karakteristik lain di sekitar mereka – tetapi mereka juga memiliki wawasan, pengalaman, dan keterampilan yang dapat menguntungkan bisnis.”

“Merajut sifat-sifat terbaik dari setiap generasi – mengetahui kapan harus membiarkan generasi yang lebih muda memimpin dan kapan harus mengarahkan mereka – dapat membuat perbedaan antara hanya bertahan dan meneruskan perusahaan yang berkembang kepada generasi penerus.”

 

Catatan kepada editor:

  1. Survei Agents of change: Earning your licence to operate mengumpulkan pandangan dari lebih dari 950 Generasi Penerus dari 69 wilayah di lima benua dan 11 industri.

  2. Anda dapat melihat laporannya di sini: www.pwc.com/nextgensurvey.

 

Tentang PwC Indonesia

PwC Indonesia terdiri dari KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, PT PricewaterhouseCoopers Indonesia Advisory, PT Prima Wahana Caraka, PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia, dan Melli Darsa & Co., Advocates & Legal Consultants, masing-masing sebagai entitas hukum yang terpisah dan semuanya membentuk firma anggota Indonesia jaringan global PwC, yang secara bersama-sama disebut sebagai PwC Indonesia.

 

Tentang PwC

Di PwC, kami bertujuan membangun kepercayaan dalam masyarakat dan memecahkan masalah-masalah penting. Kami adalah jaringan firma yang terdapat di 157 negara dengan lebih dari 276.000 orang yang berkomitmen untuk memberikan jasa assurance, advisory dan pajak yang berkualitas. Temukan lebih banyak informasi dan sampaikan hal-hal yang berarti bagi Anda dengan mengunjungi situs kami di www.pwc.com

PwC merujuk pada jaringan PwC dan/atau satu atau lebih firma anggotanya, masing-masing sebagai entitas hukum yang terpisah. Kunjungi www.pwc.com/structure untuk informasi lebih lanjut.

© 2019 PwC. Hak cipta dilindungi undang-undang.

Contact us

Annetly Ngabito

External Communications, PwC Indonesia

Tel: +62 21 509 92901

Follow PwC Indonesia