Era digital menuntut perombakan strategi SDM

Jakarta, 18 November 2015 – Laporan PwC yang diluncurkan baru-baru ini berjudul “People strategy for the digital age” menemukan bahwa para CEO meyakini teknologi berdampak pada seluruh aspek bisnis. Seiring dengan perombakan total strategi fundamental perusahaan, maka strategi perusahaan tentang SDM juga harus dirombak. Diperlukan perancangan ulang pekerjaan secara besar-besaran. Laporan ini merupakan hasil dari survei atas 1.322 CEO dari 77 negara.

Dunia yang penuh gejolak dan tak dapat diprediksi

Para CEO berdiri di ranah yang terus bergeser. Mereka melihat bahwa teknologi menggerakkan tidak hanya peluang untuk menggali pasar baru, namun juga ancaman yang mengubah segalanya di sekeliling mereka. Mulai perubahan perilaku konsumen, sampai perubahan ekspektasi dari karyawan ketika mencari tempat bekerja. Para CEO merespon perubahan ini dengan menjajaki model bisnis, sektor dan kemitraan baru yang tak terduga sebelumnya – dalam upaya agar dapat beradaptasi dengan cepat, memelihara pertumbuhan perusahaan, serta mempermudah akses agar dapat menemukan karyawan sesuai keahlian yang mereka perlukan.

Agar dapat beradaptasi di dunia yang terus berubah ini, 64% dari para responden menyetujui bahwa otomatisasi merupakan kunci inovasi dan 58% berencana untuk mengurangi jumlah staf lebih banyak lagi sebagai akibat dari otomatisasi selama 5 tahun ke depan. Namun, 69% tidak setuju dengan pendapat bahwa otomatisasi akan membuat pekerjaan yang memerlukan keahlian tinggi  tidak lagi diperlukan.

Sebagian besar CEO menyetujui bahwa terdapat tiga perkembangan teknologi yang mengubah tataran bisnis: teknologi mobile untuk berhubungan dengan konsumen, pengumpulan data dan analisa, dan kemanan siber. Selama ini, para CEO telah berfokus pada penggunaan teknologi digital sebagai salah satu sarana untuk meningkatkan efektifitas, menurunkan biaya, serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Sekarang, prioritas utama bagi para CEO adalah perusahaan dapat mendapatkan keuntungan dan kesempatan dari digital strategi.

Krisis talenta

Kurangnya tenaga ahli telah menjadi perhatian utama para CEO; 73% menyebutnya sebagai ancaman bagi bisnis mereka, dibandingkan dengan hanya 46% enam tahun yang lalu. Era digital telah mengubah sesuatu yang awalnya hanya berupa kekhawatiran menjadi suatu tantangan; 81% CEO mengatakan mereka mencari campuran keahlian yang lebih luas dari sebelumnya. Perusahaan akan perlu untuk secara cepat dan efektif, mengembangkan kemampuan organisasi mereka untuk beradaptasi dan berinovasi.

Pendekatan baru terhadap SDM

Revolusi digital membentuk pendekatan baru terhadap SDM. Survei kami menemukan bahwa SDM seperti berikut inilah yang semakin dicari oleh para CEO:

  • SDM yang memiliki keahlian khusus mendalam, namun memiliki pemahaman yang luas dan kemampuan menyelesaikan masalah terhadap berbagai isu.
  • Keahlian yang semakin ‘Hybrid’ dan kemampuan untuk berhadapan dengan kompleksitas.
  • Para pekerja lepas, dan konsultan spesialis.

Budaya perusahaan yang tepat menjadi semakin penting lebih daripada sebelumnya untuk memastikan para talenta tersebut “betah”. 

Mengelola SDM di dunia digital

Satu hal yang tidak akan terjadi di dunia digital adalah kekurangan data – karena data tersedia dimanapun. Empat dari lima (80%) CEO mengatakan bahwa penggunaan analitik data sangat penting untuk menciptakan strategi digital yang sukses. Namun, penggunaan analitik masih banyak difokuskan pada pemangku kepentingan eksternal dan belum digunakan sepenuhnya dalam hal pengelolaan SDM.

Kurang dari separuh CEO (46%) mengatakan bahwa perusahaan selalu menggunakan analitik untuk memberikan wawasan tentang seberapa efektif keahlian yang dimiliki SDM telah diberdayakan dengan baik. Hanya 58% yang berpendapat bahwa investasi digital telah menciptakan nilai bagi perusahaan mereka dalam hal strategi SDM dengan membantu mereka menemukan, mengembangkan, dan mempertahankan SDM.

Lebih dari 90% memiliki permasalahan dalam mengumpulkan data SDM yang lengkap dan hanya 20% dari para CEO mengatakan mereka memiliki informasi pembanding angkatan kerja yang komprehensif, padahal, 84% mengatakan bahwa informasi ini sangat penting demi kesuksesan strategi jangka panjang.

Fungsi SDM dalam era digital

Para CEO mengatakan bahwa strategi SDM harus diubah, namun banyak yang masih ragu dalam pelaksanaan perubahan tersebut. “Sementara perusahaan beradaptasi dengan cepat dengan dunia yang berubah, sangatlah penting bagi Divisi SDM untuk berusaha mengikuti”, jelas Marina Tusin, Partner PwC Consulting Indonesia. Survei sebelumnya telah menunjukkan bahwa CEO tidak selalu yakin bahwa fungsi SDM yang mereka miliki memiliki sarana yang baik untuk menghadapi tantangan dalam persaingan untuk mendapatkan SDM yang tepat.

“Karena banyaknya perubahan yang harus dilakukan, terdapat risiko bahwa fungsi SDM akan kewalahan dengan skala perubahan yang diperlukan untuk menghadapi ketatnya persaingan untuk mendapatkan SDM yang baik. Ke depannya, fungsi divisi SDM akan lebih strategis lagi. Divisi HR harus menyelaraskan operasionalnya dan menggunakan data dengan lebih efektif, sehingga dapat meningkatkan nilai sebagai mitra bisnis bagi perusahaan”, lanjut Marina.

“Kesuksesan di dunia yang semakin digital menuntut keahlian yang lebih bervariasi, sumber SDM yang lebih luas dan pola pikir yang baru. Sangatlah penting bagi CEO dan tim SDM untuk berpikir lebih kreatif dalam upaya untuk menemukan sumber SDM baru, mendorong pemikiran yang beragam dan memperluas kriteria rencana suksesi. Para CEO diharapkan dapat memperhatikan faktor keberagaman untuk dapat meningkatkan performa bisnis”, ujar Malcolm Foo, Director PwC Consulting Indonesia.

Sangat mudah untuk mengecilkan nilai SDM dalam era digital. Para pemenang yang sebenarnya bukan berarti perusahaan yang mampu mendapatkan teknologi terkini dan terbaik; tetapi adalah mereka yang mampu menggunakan teknologi yang mereka miliki untuk mendapatkan yang terbaik dari SDM yang mereka miliki – demikian pula sebaliknya. Dan itu berarti menggunakan data SDM dengan bijak. Perusahaan memiliki akses data yang terbuka lebar, namun informasi tidak berarti apapun kecuali informasi tersebut dianalisis dengan cerdas dan hasilnya dituangkan dalam strategi SDM yang dapat mendukung strategi bisnis.

Malcom Foo menyimpulkan:

“Para CEO tidak dapat melakukan semuanya sendiri. Sekarang adalah saatnya Divisi SDM menjadi partner bisnis yang dapat mendukung perusahaan untuk sukses di era digital.  Oleh karena itu CEO, perlu mendorong para pimpinan Divisi SDM untuk mengubah fungsi divisi mereka agar sesuai dengan keperluan bisnis baik pada saat ini maupun masa depan.”

Contact us

Annetly Ngabito

External Communications, PwC Indonesia

Tel: +62 21 509 92901

Follow PwC Indonesia