2015 Press releases

English

Indonesia’s airports sector expects investments of up to US$25bn in 10 years, double the present level due to 4.8% expected increased air traffic growth

Global airport investment is expected to continue to grow at 2.6% per annum between now and 2025. Asia is the strongest region and Indonesia in particular expects total investments of up to US$25bn over the next decade, with annual investment levels almost doubling from the current level, according to PwC’s latest annual airports survey.

PwC Indonesian Banking Survey reveals banking sector in 2015 is positive but cautious

The leaders of Indonesia’s banking sector see a positive picture when they consider the attractiveness of the environment, notwithstanding some significant challenges that need to be overcome. Among these are the need to reduce the cost of funds, the need to develop new revenue sources in the face of slowing demand for loan products and the need to manage an increasingly complex risk management and regulatory compliance framework. These are some of the messages emerging from PwC’s latest Indonesian Banking Survey, published today.

Indonesian

Sektor bandara di Indonesia memerlukan investasi sebanyak USD25 milyar sampai 10 tahun ke depan, mengantisipasi peningkatan lalu lintas udara

Nilai investasi bandara di seluruh dunia, diprediksi akan terus tumbuh sebesar 2,6% per tahun hingga tahun 2025. Asia menjadi kawasan dengan pertumbuhan terbesar dan khususnya Indonesia memerlukan nilai investasi hingga sebesar 25 milyar dolar AS dalam dekade berikut, dua kali lipat nilai investasi saat ini, menurut laporan tahunan terbaru PwC mengenai isu dan tantangan yang dihadapi investasi sektor bandara.

Survey Perbankan Indonesia oleh PwC mengungkap sektor perbankan di 2015 positif namun hati-hati

Para pemimpin sektor perbankan di Indonesia melihat gambaran yang positif ketika mereka ditanya tentang daya tarik iklim usaha, dengan memperhatikan beberapa tantangan signifikan yang harus diatasi. Menurut para responden, diantara tantangan-tantangan yang utama adalah perlunya mengurangi cost of funds, perlunya mengembangkan sumber pendapatan baru seiring melambatnya permintaan produk pinjaman, dan perlunya mengatur pengelolaan manajemen risiko dan kerangka kerja kepatuhan terhadap peraturan-peraturan yang makin kompleks. Hal-hal tersebut adalah beberapa hasil yang muncul dari Survei Perbankan Indonesia tahun 2015, yang dilansir oleh PwC hari ini.

Dampak Meningkatnya Nilai Tukar Dollar Terhadap Hutang Negara Berkembang

Hutang denominasi dalam Dollar AS yang dikeluarkan di luar wilayah AS meningkat dari sekitar US$6 triliun sebelum quantitative easing (QE) periode pertama yang diumumkan pada bulan November 2008 hingga sekitar US$9 triliun di tahun 2014. Saat ini, nilai hutang jatuh tempo denominasi dalam dollar AS di negara-negara berkembang berkisar antara US$3,3 triliun, yaitu setara dengan lebih dari dua kali besaran ekonomi tahunan Spanyol.

Contact us

Annetly Ngabito

External Communications, PwC Indonesia

Tel: +62 21 509 92901

Follow PwC Indonesia