PwC: 45 Persen Perusahaan Besar di Indonesia Laporkan Insiden Phishing

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta - PwC bersama CIO dan CSO melakukan survei guna mempelajari bagaimana para eksekutif mengadopsi teknologi dan pendekatan kolaboratif terhadap keamanan siber, terdapat 245 responden dari Indonesia yang turut berpartisipasi.

"Dari hasil survei, kita telah melihat bahwa sebagian besar perusahaan di Indonesia akan memfokuskan pengeluaran keamanannya terutama untuk meningkatkan kemampuan, baik itu SDM maupun proses yang diterapkan sebagai tambahan atas pengeluarannya untuk teknologi," kata Partner Risk Assurance PwC Indonesia Subianto di Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Menurut survei, phising menjadi ancaman utama. Sebanyak 41 persen responden dari perusahaan besar di Indonesia melaporkan insiden phising. Phising sendiri merupakan suatu metode yang digunakan hacker untuk mencuri password dengan cara mengelabui target. Pelaku menggunakan fake form login pada situs palsu yang menyerupai situs aslinya.

Lebih jauh, Subianto mengatakan sebagian besar insiden siber yang dilaporkan oleh para responden berkaitan dengan kehilangan atau kebocoran informasi bisnis seperti catatan internal, informasi terkait pelanggan, karyawan, dan privasi.

"Hal ini mengindikasikan perlunya memperkuat perlindungan terhadap aset informasi dan privasi," terangnya.

Kendati demikian, banyak perusahaan di Indonesia tidak lagi memandang keamanan siber sebagai penghalang terhadap perubahan atau hanya sebagai beban TI. Hasil suvei juga menemukan bahwa seiring bertambahnya keyakinan pada layanan cloud, perusahaan-perusahaan di Indonesia telah menjalankan berbagai fungsi bisnis di cloud.

"Saat ini sebagian besar perusahaan di seluruh dunia 63 persen dari responden survei (57 persen di Indonesia) menjalankan layanan TI di cloud. Selain itu, sekitar sepertiga dari perusahaan mempercayakan fungsi keuangan dan operasional kepada para penyedia layanan cloud," tandasnya.